KWARTIR CABANG BOYOLALI

VISI DAN MISI

VISI

TERWUJUDNYA ANGGOTA MUDA GERAKAN PRAMUKA KWARTIR CABANG BOYOLALI YANG BERKARAKTER, BERKECAKAPAN HIDUP DAN BERDAYA SAING

Dari Visi tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

Anggota muda Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Boyolali, adalah anggota Gerakan Pramuka yang berusia 7 sampai dengan 25 tahun disebut peserta didik, terdiri dari pramuka siaga, penggalang, penegak dan pandega yang mengikuti proses pendidikan kepramukaan di gugus depan dan satuan karya pramuka di Boyolali.

Berkarakter, anggota muda yang senantiasa berpegang teguh pada nilai-nilai dari kode kehormatannya, yakni tri satya dan dasa darma. Selain itu, peserta didik/ anggota muda gerakan pramuka diharapkan memiliki lima karakter utama yang dikembangkan oleh Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yaitu, (1) Religius; (2) Nasionalis (3) Mandiri; (4) Integritas;dan (5) Gotong Royong.

Berkecakapan Hidup, bagi peserta didik yang telah menyelesaikan SKU dan SKK diberikan Tanda Kecakapan. Tanda kecakapan diberikan sebagai pengakuan terhadap kompetensi peserta didik melalui penilaian terhadap perilaku dalam pengamalan nilai serta uji kecakapan umum dan uji kecakapan khusus sesuai dengan jenjang pendidikan kepramukaan oleh Pembina. hal ini, dimaksudkan agar mendorong peserta didik untuk menempuh proses pendidikan kepramukaannya dengan baik dan benar melalui pencapaian SKU, SKK dan Syarat Pramuka Garuda (SPG) serta menjadi fokus perhatian para pembina pramuka dalam melakukan tugas pokoknya di gugusdepan. 

Berdaya Saing, memiliki kesanggupan, kemampuan dan kekuatan untuk bersaing.  Selain memiliki kecakapan dan karakter yang kuat, anggota muda Gerakan Pramuka Boyolali diharapkan mampu memiliki kesanggupan, kemampuan, kekuatan serta keunggulan sehingga mampu bersaing dengan yang lainnya dalam menapaki hidup dan kehidupannya

MISI

  1. Meningkatkan kualitas dan kuantitas pembinaan peserta didik di semua tingkatan;

  2. meningkatkan ketersediaan Pembina Pramuka yang berkompeten, berwawasan teknologi dan mampu menerapkan metode kepramukaan yang tepat;

  3. Mewujudkan gugus depan mantap sebagai ujung tombak pembinaan kepramukaan; 

  4. Membentuk dan mengoptimalkan Saka Pramuka sebagai wadah pembinaan life skill

  5. Mengoptimalkan Unit Kegiatan Pramuka di tingkat Cabang untuk mewadahi minat khusus;

  6. Memantapkan tata kelola kwartir di semua tingkatan menuju organisasi yang sehat, efektif, dinamis dan mandiri;

  7. Meningkatkan kepedulian organisasi dan anggota terhadap masalah kebangsaan, kemasyarakatan, kebencanaan dan lingkungan;

  8. Meningkatkan kemandirian organisasi melalui usaha, pengelolaan aset, sarana dan prasarana;

  9. Meningkatkan komunikasi, koordinasi dan jejaring dengan pemerintah dan pemangku kepentingan